Lewati ke konten utama
Jalan Pasir Putih Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Website Resmi STITEK MNUKWAR

STITEK MNUKWAR

Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi · Manokwari, Papua Barat

Unaim Yapis Wamena Wisuda 224 Mahasiswa, Lulusan Didorong Perkuat Pembangunan Papua Pegunungan

STITEK MNUKWAR

WAMENA — Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mewisuda 224 mahasiswa pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam wisuda angkatan XVIII tersebut, para lulusan didorong untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mengambil peran nyata dalam pembangunan Papua Pegunungan dan berbagai sektor lainnya.

Rektor Unaim Yapis Wamena Rudihartono Ismail menekankan pentingnya kontribusi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Keahlian yang diperoleh selama menempuh studi diharapkan dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mendukung pembangunan daerah, serta berkontribusi di bidang yang lebih luas.

Pesan tersebut menempatkan wisuda bukan hanya sebagai seremoni kelulusan, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, lulusan, dan pembangunan daerah. Lulusan Unaim berasal dari bidang administrasi, pemerintahan, bisnis, pengelolaan keuangan, tata ruang, sumber daya lahan, pertanian, hingga manajemen.

Wisuda angkatan XVIII mencakup sarjana dan magister

Sebanyak 224 mahasiswa yang diwisuda berasal dari delapan program sarjana dan satu program magister. Komposisi tersebut menunjukkan cakupan keilmuan Unaim Yapis Wamena dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk berbagai kebutuhan pembangunan di Papua Pegunungan.

Rincian lulusan pada wisuda angkatan XVIII adalah sebagai berikut:

  • Administrasi Publik: 40 orang;
  • Ilmu Pemerintahan: 48 orang;
  • Administrasi Bisnis: 31 orang;
  • Manajemen Retail: 17 orang;
  • Manajemen Keuangan Sektor Publik: 17 orang;
  • Perencanaan Wilayah dan Kota: 14 orang;
  • Pengelolaan Sumber Daya Lahan: 6 orang;
  • Agronomi: 14 orang; dan
  • Ilmu Manajemen jenjang magister: 37 orang.

Bidang-bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, perencanaan wilayah, dan pengelolaan sumber daya alam. Karena itu, dorongan kepada lulusan untuk berkontribusi di Papua Pegunungan mencakup ruang pengabdian yang beragam, sesuai latar belakang akademik masing-masing.

Riset dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian rangkaian wisuda

Rangkaian wisuda juga menampilkan hasil riset dan pemberdayaan masyarakat melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat atau Kosabangsa. Kehadiran program tersebut memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui riset dan pemberdayaan, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga berupaya menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan di tengah masyarakat. Kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam pembangunan, terutama ketika pengetahuan yang dihasilkan diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mendukung penyelesaian masalah di daerah.

Penampilan hasil Kosabangsa dalam rangkaian wisuda memberikan konteks bahwa capaian akademik mahasiswa dan kerja kelembagaan kampus berkaitan dengan tanggung jawab sosial. Lulusan pun memiliki gambaran bahwa ilmu yang dipelajari dapat diterapkan melalui pelayanan, perencanaan, pengelolaan sumber daya, pengembangan usaha, serta bidang lain yang sesuai kompetensinya.

Gubernur sebut Unaim berperan menyiapkan generasi muda

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyebut Unaim Yapis Wamena berperan dalam membina dan menyiapkan generasi muda yang berkualitas. Pernyataan tersebut menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Papua Pegunungan.

John Tabo juga menyatakan bahwa dirinya merupakan lulusan pertama Unaim Yapis Wamena. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari keterkaitan historis antara kampus dan tokoh daerah, sekaligus menunjukkan bahwa Unaim telah menjadi tempat pendidikan bagi putra-putri Papua Pegunungan sejak periode awal perkembangannya.

Peran kampus dalam menyiapkan generasi muda tidak terpisah dari tanggung jawab lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi kerja profesional, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Lulusan diharapkan memperkuat pembangunan Papua Pegunungan

Dengan latar belakang program studi yang beragam, 224 lulusan Unaim Yapis Wamena memiliki bekal untuk berkontribusi dalam sejumlah sektor. Lulusan Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan dapat berkiprah dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan masyarakat. Sementara itu, lulusan bidang bisnis, retail, dan manajemen keuangan sektor publik memiliki kompetensi yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi dan aktivitas ekonomi.

Bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, Pengelolaan Sumber Daya Lahan, serta Agronomi juga memiliki relevansi dengan pengelolaan wilayah dan sumber daya di Papua Pegunungan. Adapun lulusan magister Ilmu Manajemen dapat berkontribusi melalui penguatan kapasitas manajerial dalam organisasi publik maupun sektor lainnya.

Kontribusi tersebut tidak terbatas pada satu bentuk pekerjaan atau satu wilayah. Dorongan rektor agar lulusan berkontribusi di Papua Pegunungan dan berbagai sektor lain membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan keahlian sesuai kebutuhan masyarakat dan kesempatan pengabdian yang tersedia.

Wisuda angkatan XVIII akhirnya menjadi penanda bertambahnya sumber daya manusia terdidik dari Unaim Yapis Wamena. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para lulusan mengubah capaian akademik menjadi kontribusi yang berkelanjutan, sementara kampus terus memperkuat peran pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat bagi pembangunan daerah.

Satu tanggapan untuk “Unaim Yapis Wamena Wisuda 224 Mahasiswa, Lulusan Didorong Perkuat Pembangunan Papua Pegunungan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *