Lewati ke konten utama
Jalan Pasir Putih Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Website Resmi STITEK MNUKWAR

STITEK MNUKWAR

Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi · Manokwari, Papua Barat

Mahasiswa ADik Asal Papua Ikuti Wawasan Kebangsaan di Unsulbar

STITEK MNUKWAR

Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2026 asal Papua mengikuti program Wawasan Kebangsaan di Majene, Sulawesi Barat, pada 1 November 2026. Kegiatan ini memadukan pembelajaran di ruang kelas dengan aktivitas lapangan, termasuk pengenalan budaya Mandar dan penanaman bibit mangrove bersama masyarakat serta pelajar.

Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa Papua untuk memperluas pemahaman tentang kehidupan kebangsaan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sosial baru selama menempuh pendidikan tinggi di Unsulbar. Melalui rangkaian kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan mengenal lingkungan budaya di Sulawesi Barat.

Wawasan Kebangsaan Menguatkan Pemahaman tentang Keberagaman

Dalam sesi pembelajaran, peserta memperoleh materi mengenai nilai-nilai kebangsaan dan makna Bhinneka Tunggal Ika. Materi tersebut menempatkan keberagaman sebagai bagian penting dalam kehidupan bersama di Indonesia, termasuk dalam lingkungan perguruan tinggi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah.

Bagi mahasiswa asal Papua, pembahasan mengenai kebangsaan memiliki kaitan erat dengan pengalaman mereka sebagai mahasiswa perantauan. Mereka menjalani proses pendidikan di wilayah dengan latar budaya yang berbeda dari daerah asal, sehingga pemahaman mengenai persatuan dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi bagian dari proses adaptasi sosial.

Rangkaian kegiatan juga mencakup arahan mengenai pengelolaan dana bantuan beasiswa ADik. Pembekalan ini memberi perhatian pada pemanfaatan dana pendidikan secara bertanggung jawab selama mahasiswa menjalani studi. Materi tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang menghubungkan dukungan pendidikan dengan kesiapan mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik.

Mahasiswa Papua Mengenal Budaya Mandar

Selain sesi klasikal, peserta mengikuti aktivitas luar ruang yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat dan pelajar. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa penerima ADik asal Papua untuk mengenal budaya Mandar secara lebih dekat, termasuk melalui kegiatan bersama di wilayah Majene.

Mahasiswa asal Kaimana dan Nabire disebut mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan tersebut. Bagi peserta, keterlibatan dalam rangkaian kegiatan membantu proses adaptasi di lingkungan sosial baru. Pertemuan dengan masyarakat dan pelajar juga membuka ruang untuk membangun relasi di luar lingkungan kampus.

Pengenalan budaya daerah menjadi salah satu unsur penting dalam pengalaman mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari daerah asal. Dengan berinteraksi secara langsung, mahasiswa dapat memahami karakter sosial dan budaya setempat secara lebih kontekstual. Pada saat yang sama, keberadaan mahasiswa asal Papua turut memperkaya perjumpaan antardaerah di lingkungan pendidikan tinggi.

Proses adaptasi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik. Pengalaman mengikuti kegiatan kebangsaan, berinteraksi dengan warga, dan mengenal kebudayaan lokal dapat mendukung mahasiswa dalam membangun rasa nyaman serta keterhubungan dengan lingkungan tempat mereka belajar.

Menanam Mangrove di Mangrove Learning Center

Salah satu kegiatan lapangan berlangsung di Mangrove Learning Center, Baluno, Kecamatan Sendana. Di lokasi tersebut, mahasiswa mengikuti penanaman bibit mangrove bersama masyarakat dan pelajar.

Penanaman mangrove memperluas makna program Wawasan Kebangsaan dari pembelajaran nilai-nilai persatuan menjadi pengalaman pengabdian yang bersentuhan langsung dengan lingkungan. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan yang memberi perhatian pada kawasan pesisir sekaligus membangun kerja sama dengan unsur masyarakat setempat.

Kegiatan lingkungan juga memberi pengalaman praktis bagi peserta. Mahasiswa tidak hanya memahami keberagaman melalui materi, tetapi ikut bekerja bersama orang-orang dari latar belakang yang berbeda dalam satu aktivitas bersama. Dalam konteks ini, penanaman mangrove menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat interaksi sosial.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas kolaboratif. Mahasiswa, masyarakat, dan pelajar berada dalam satu rangkaian kegiatan yang menghubungkan pendidikan, kepedulian pesisir, serta penguatan hubungan sosial.

ADik Mendukung Akses Pendidikan Tinggi bagi Wilayah Papua

Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi atau ADik merupakan salah satu skema afirmasi yang ditujukan untuk mendukung akses pendidikan tinggi bagi kelompok sasaran tertentu. Pada 2026, program ini mencakup calon mahasiswa dari wilayah Papua sebagai salah satu kelompok penerima afirmasi.

Mahasiswa ADik asal Papua yang belajar di Unsulbar membawa pengalaman dan latar belakang daerah masing-masing ke dalam lingkungan kampus. Kehadiran mereka menjadi bagian dari proses memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mempertemukan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.

Namun, keberhasilan proses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh akses masuk ke perguruan tinggi. Mahasiswa juga memerlukan dukungan untuk beradaptasi, memahami lingkungan baru, mengelola kebutuhan selama studi, serta membangun hubungan sosial. Karena itu, kegiatan seperti Wawasan Kebangsaan memiliki peran dalam mendukung pengalaman mahasiswa selama berada di kampus perantauan.

Rangkaian kegiatan di Majene memperlihatkan bahwa pendampingan mahasiswa afirmasi dapat dilakukan melalui pendekatan yang beragam. Pembelajaran mengenai kebangsaan berjalan berdampingan dengan pengenalan budaya lokal, interaksi masyarakat, dan aksi lingkungan. Ketiga unsur tersebut memberi pengalaman yang lebih utuh bagi mahasiswa asal Papua selama menjalani pendidikan di Sulawesi Barat.

Pengalaman di Majene Menjadi Bagian dari Adaptasi Mahasiswa

Keikutsertaan mahasiswa Papua dalam program Wawasan Kebangsaan di Unsulbar tidak berhenti pada agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menghubungkan identitas daerah, kehidupan kampus, budaya lokal, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui pengenalan budaya Mandar, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami masyarakat di sekitar kampus. Melalui penanaman mangrove, mereka terlibat dalam aktivitas bersama yang memiliki nilai kepedulian sosial dan ekologis. Sementara itu, materi Bhinneka Tunggal Ika memberi kerangka untuk memahami perjumpaan berbagai latar belakang dalam kehidupan kebangsaan.

Bagi mahasiswa asal Kaimana, Nabire, dan wilayah Papua lainnya yang mengikuti program tersebut, pengalaman di Majene dapat menjadi bagian dari perjalanan membangun relasi serta menyesuaikan diri di lingkungan baru. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa perantauan dapat diperkaya melalui pembelajaran di dalam dan di luar kelas.

Dengan memadukan wawasan kebangsaan, pengenalan budaya Mandar, pengelolaan dana beasiswa, dan aksi penanaman mangrove, program di Unsulbar menghadirkan pengalaman yang mendukung adaptasi mahasiswa Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah upaya memperkuat akses pendidikan tinggi dan membangun kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *