Lewati ke konten utama
Jalan Pasir Putih Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Website Resmi STITEK MNUKWAR

STITEK MNUKWAR

Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi · Manokwari, Papua Barat

APTISI Papua Barat Konsolidasikan 11 PTS, Dorong Mutu Unggul

STITEK MNUKWAR

MANOKWARI – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Papua Barat menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub) di Kampus Institut Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua Barat, Manokwari, Selasa, 27 Oktober 2026. Forum ini menjadi momentum konsolidasi 11 perguruan tinggi swasta (PTS), sekaligus untuk memilih ketua baru dan menata kembali kepengurusan organisasi.

Muslub diselenggarakan setelah wafatnya Ketua APTISI Papua Barat sebelumnya, Drs. Nataniel Mandacan. Selain membahas keberlanjutan kepemimpinan organisasi, pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antar-PTS dan mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Papua Barat.

Dari 11 PTS yang terlibat, tujuh perguruan tinggi hadir secara langsung di lokasi kegiatan. Sementara itu, perwakilan dari Kaimana dan Fakfak mengikuti Muslub secara daring karena menghadapi kendala cuaca dan penerbangan.

Penjaringan Ketua Baru

Salah satu agenda utama Muslub adalah memilih ketua baru untuk memimpin APTISI Papua Barat setelah posisi tersebut ditinggalkan oleh almarhum Drs. Nataniel Mandacan. Dalam proses penjaringan, Dr. Filep Wamafma dari IHTP Papua Barat disebut sebagai calon tunggal yang mengemuka.

Namun, proses penjaringan tersebut perlu dibedakan dari hasil pemilihan yang telah ditetapkan secara resmi. Hingga pelaksanaan Muslub pada 27 Oktober 2026, informasi yang tersedia menyebut Dr. Filep Wamafma sebagai calon tunggal yang mengemuka, bukan sebagai ketua terpilih yang sudah definitif.

Pembedaan ini penting karena Muslub tidak hanya berkaitan dengan pencalonan ketua, tetapi juga penataan kepengurusan APTISI Papua Barat. Keputusan final mengenai ketua dan susunan pengurus baru perlu merujuk pada hasil resmi forum serta pengumuman organisasi.

Melibatkan 11 Perguruan Tinggi Swasta

Pelibatan 11 PTS menunjukkan upaya APTISI Papua Barat untuk menjaga keterwakilan perguruan tinggi swasta dalam proses konsolidasi organisasi. Kehadiran peserta secara langsung maupun daring juga memungkinkan perguruan tinggi dari wilayah berbeda tetap mengikuti agenda Muslub meskipun terdapat hambatan perjalanan.

Perwakilan dari Kaimana dan Fakfak mengikuti kegiatan melalui jaringan daring karena kondisi cuaca dan keterbatasan penerbangan. Dengan pola partisipasi tersebut, pembahasan organisasi tetap melibatkan unsur PTS dari sejumlah wilayah di Papua Barat.

Muslub juga menjadi ruang untuk menyelaraskan kembali peran organisasi setelah terjadi pergantian kepemimpinan. Bagi APTISI Papua Barat, keberadaan forum ini tidak berhenti pada pemilihan ketua, tetapi berkaitan dengan penguatan koordinasi antarperguruan tinggi swasta.

Menargetkan Peningkatan Mutu

Dalam agenda konsolidasi, APTISI Papua Barat mendorong perguruan tinggi swasta memperkuat sinergi dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Organisasi menargetkan PTS di Papua Barat dapat meningkatkan capaian mutu hingga meraih predikat unggul dalam tiga sampai empat tahun ke depan.

Target tersebut menjadi arah bersama yang perlu diterjemahkan melalui kerja organisasi dan penguatan kapasitas masing-masing perguruan tinggi. Peningkatan mutu tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan membutuhkan koordinasi dan dukungan antar-PTS dalam lingkup APTISI Papua Barat.

Dengan melibatkan 11 perguruan tinggi, konsolidasi yang dibahas dalam Muslub diharapkan dapat menjadi dasar bagi program kepengurusan berikutnya. Arah kerja tersebut mencakup penguatan hubungan antar-PTS dan dorongan agar perguruan tinggi meningkatkan capaian mutu secara bertahap.

Pelantikan Dijadwalkan 28 Oktober

Setelah Muslub pada Selasa, 27 Oktober 2026, agenda berikutnya adalah pelantikan ketua terpilih dan pengurus baru. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Swiss-Belhotel Manokwari.

Jadwal pelantikan tersebut merupakan agenda lanjutan dan berbeda dari pelaksanaan Muslub. Muslub berlangsung di Kampus IHTP Papua Barat untuk membahas pemilihan ketua serta penataan kepengurusan, sedangkan pelantikan dijadwalkan sehari kemudian di lokasi yang berbeda.

Karena pelantikan dijadwalkan setelah Muslub, penyebutan nama ketua terpilih dan susunan pengurus secara definitif perlu menunggu konfirmasi resmi. Informasi mengenai calon tunggal yang mengemuka dalam penjaringan belum dengan sendirinya menggantikan keputusan formal organisasi.

Arah Konsolidasi APTISI Papua Barat

Muslub APTISI Papua Barat berlangsung dalam situasi transisi kepemimpinan setelah wafatnya ketua sebelumnya. Kondisi tersebut membuat penataan kembali organisasi menjadi salah satu kebutuhan utama forum, bersamaan dengan agenda memilih pemimpin baru.

Konsolidasi 11 PTS menjadi bagian penting untuk memastikan komunikasi antarperguruan tinggi swasta tetap berjalan. Partisipasi secara langsung dan daring memperlihatkan bahwa forum berupaya mengakomodasi keterlibatan perguruan tinggi dari wilayah yang menghadapi kendala akses perjalanan.

Ke depan, tantangan APTISI Papua Barat tidak hanya terkait kesinambungan kepengurusan, tetapi juga pencapaian target mutu yang telah didorong organisasi. Sasaran menuju predikat unggul dalam tiga sampai empat tahun akan membutuhkan kesinambungan koordinasi, komitmen perguruan tinggi, dan pelaksanaan program yang terarah.

Muslub pada 27 Oktober 2026 menjadi tahap awal dalam proses tersebut. Kepastian mengenai ketua terpilih dan susunan pengurus baru diharapkan diperoleh melalui agenda pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Manokwari.

Satu tanggapan untuk “APTISI Papua Barat Konsolidasikan 11 PTS, Dorong Mutu Unggul”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *