Lewati ke konten utama
Jalan Pasir Putih Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Website Resmi STITEK MNUKWAR

STITEK MNUKWAR

Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi · Manokwari, Papua Barat

Mahasiswa UT Manokwari Bagikan 600 Masker di Tengah Kabut Asap

STITEK MNUKWAR

Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Manokwari membagikan 600 masker kepada warga di Simpang Haji Bauw, Manokwari, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Aksi sosial ini dilakukan ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah aktivitas warga dan menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum, dan pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Ormawa UT Manokwari, Saka Penikai. Pengadaan masker berasal dari sumbangan sukarela anggota organisasi mahasiswa.

Aksi sosial menyasar pengguna jalan

Pembagian masker dipusatkan di Simpang Haji Bauw, salah satu kawasan yang menjadi titik pergerakan warga. Para mahasiswa menyerahkan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka, terutama pengguna jalan yang berpotensi terpapar kabut asap selama perjalanan.

Penerima bantuan terdiri atas kelompok masyarakat dengan aktivitas yang berbeda. Pengendara sepeda motor dan pengemudi angkutan umum tetap harus berada di jalan, sementara pejalan kaki juga beraktivitas di tengah kondisi udara yang terganggu oleh kabut asap. Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu warga mengikuti imbauan penggunaan pelindung pernapasan.

Jumlah 600 masker yang disalurkan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan kepedulian melalui imbauan, tetapi juga menyediakan perlengkapan yang dapat digunakan warga saat beraktivitas di luar ruangan.

Masker dihimpun dari sumbangan anggota Ormawa

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan internal organisasi mahasiswa. Masker yang dibagikan diperoleh dari sumbangan sukarela anggota Ormawa UT Manokwari. Sumber pengadaan tersebut memperlihatkan adanya partisipasi anggota organisasi dalam merespons situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

Bagi lingkungan kampus, aksi seperti ini menjadi salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian sosial mahasiswa. Peran mahasiswa tidak terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

Ketua Ormawa UT Manokwari, Saka Penikai, memimpin pelaksanaan aksi di lapangan. Keterangan yang tersedia tidak memuat pernyataan langsung dari pihak penyelenggara, sehingga kegiatan ini dipahami berdasarkan pelaksanaan pembagian masker, jumlah bantuan, lokasi, serta sumber pengadaannya.

Kabut asap masih menjadi perhatian di Manokwari

Aksi Ormawa UT Manokwari berlangsung dalam konteks kabut asap yang masih melanda Manokwari. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan mendorong berbagai pihak untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Sehari sebelumnya, pada 23 Oktober 2026, organisasi lain bersama Polresta Manokwari juga membagikan masker kepada siswa dan tenaga pengajar. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kabut asap telah menjadi perhatian bersama, termasuk bagi kelompok masyarakat yang menjalankan aktivitas pendidikan.

Pemerintah daerah dan dinas kesehatan sebelumnya juga telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap. Langkah yang disampaikan antara lain imbauan kepada warga untuk menggunakan masker serta pembagian masker kepada masyarakat.

Imbauan penggunaan masker tetap relevan

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang diimbau kepada warga ketika harus beraktivitas di tengah kabut asap. Namun, pembagian masker tidak menghilangkan kebutuhan untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan informasi resmi dari pemerintah maupun petugas kesehatan.

Warga yang merasakan keluhan kesehatan dapat mencari bantuan sesuai layanan yang tersedia. Pada saat yang sama, masyarakat perlu tetap mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi udara dan arahan dari instansi berwenang.

Belum terdapat data pengukuran terbaru yang spesifik untuk 24 Oktober 2026 dalam informasi kegiatan ini. Karena itu, aksi pembagian masker tersebut tidak menjadi dasar untuk menyimpulkan tingkat bahaya kualitas udara pada hari pelaksanaan maupun memastikan sumber kabut asap.

Peran kampus dalam kepedulian masyarakat

Pembagian 600 masker oleh Ormawa UT Manokwari menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari respons sosial di tengah situasi yang memengaruhi aktivitas warga. Melalui pengumpulan sumbangan dan penyaluran bantuan di ruang publik, organisasi mahasiswa berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat.

Aksi di Simpang Haji Bauw juga memperlihatkan pentingnya koordinasi dan kepedulian berbagai unsur ketika kondisi lingkungan berdampak pada kegiatan sehari-hari. Respons dari organisasi mahasiswa melengkapi imbauan pemerintah daerah dan dinas kesehatan, terutama dalam membantu warga memperoleh masker.

Kegiatan tersebut menjadi catatan mengenai kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan dukungan praktis bagi masyarakat Manokwari. Selama kabut asap masih mengganggu aktivitas, perhatian terhadap perlindungan warga dan penyampaian informasi yang akurat tetap diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *