Lewati ke konten utama
Jalan Pasir Putih Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Website Resmi STITEK MNUKWAR

STITEK MNUKWAR

Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi · Manokwari, Papua Barat

UNIMUDA Sorong Resmi Miliki Rektor Baru Periode 2026–2030

STITEK MNUKWAR

Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong resmi memiliki rektor baru untuk periode 2026–2030. Sirojuddin dilantik dan dikukuhkan dalam rangkaian acara yang berlangsung di Sorong pada Selasa, 29 September 2026. Dalam agenda yang sama, Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUDA Sorong untuk periode tersebut juga dikukuhkan.

Sirojuddin menggantikan Rustamadji sebagai Rektor UNIMUDA Sorong. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di rektorat, Rustamadji dipercaya memimpin BPH UNIMUDA Sorong. Pergantian ini disebut berlangsung berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Informasi mengenai pelantikan berlangsung pada 29 September 2026. Adapun sejumlah laporan lanjutan yang membahas arah dan tantangan kepemimpinan baru diterbitkan pada 3 Oktober 2026. Pembedaan kedua tanggal tersebut penting karena pelantikan dan publikasi laporan merupakan peristiwa yang berbeda.

Transisi kepemimpinan UNIMUDA Sorong

Peralihan dari Rustamadji kepada Sirojuddin menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di UNIMUDA Sorong. Selain menjadi bagian dari mekanisme organisasi Muhammadiyah, pergantian ini menempatkan rektorat dan BPH pada peran yang saling melengkapi dalam mengelola serta mengembangkan perguruan tinggi.

Rektor memiliki tanggung jawab dalam memimpin penyelenggaraan perguruan tinggi, sedangkan BPH menjalankan fungsi pembinaan sesuai tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah. Penempatan Rustamadji sebagai Ketua BPH membuat pengalaman kepemimpinan sebelumnya tetap berada dalam struktur pembinaan kampus, sementara rektor baru memulai mandat untuk periode 2026–2030.

Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi dasar pergantian tersebut. Dengan demikian, perubahan kepemimpinan UNIMUDA Sorong tidak hanya berkaitan dengan pergantian figur rektor, tetapi juga dengan kesinambungan arah kelembagaan dan pembagian peran antara rektorat serta BPH.

Fokus pengembangan pada periode 2026–2030

Dalam rangkaian arahan setelah pelantikan, unsur Muhammadiyah dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menekankan pentingnya mempertahankan capaian akademik yang telah diraih UNIMUDA Sorong. Kepemimpinan baru dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga kinerja yang sudah ada sekaligus mengembangkan kapasitas kampus dalam menghadapi perubahan pendidikan tinggi.

Penguatan riset dan publikasi menjadi salah satu agenda yang disoroti. Peningkatan pada bidang tersebut berkaitan dengan kapasitas akademik dosen, kontribusi pengetahuan, serta penguatan reputasi perguruan tinggi. Arah ini juga menuntut kerja bersama antara rektorat, dosen, mahasiswa, dan unsur pendukung lainnya.

Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan turut menjadi perhatian. Perkembangan teknologi dipandang perlu direspons melalui pengelolaan dan proses akademik yang relevan. Namun, penerapannya tetap membutuhkan kebijakan, kesiapan sumber daya, serta koordinasi di lingkungan kampus agar mendukung tujuan pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.

Agenda lain yang disoroti meliputi peningkatan internasionalisasi dan pengembangan program studi. Internasionalisasi menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring serta membuka peluang kerja sama, sedangkan pengembangan program studi berkaitan dengan kemampuan UNIMUDA Sorong menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan.

Tantangan menjaga capaian dan memperkuat kolaborasi

LLDIKTI menilai kepemimpinan baru menghadapi tantangan untuk mempertahankan serta melanjutkan capaian UNIMUDA Sorong. Tantangan tersebut tidak hanya berada pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kemampuan institusi membangun sistem kerja yang konsisten, adaptif, dan dapat mendukung pengembangan kampus dalam jangka panjang.

Karena itu, kolaborasi antara rektorat dan BPH menjadi salah satu unsur penting dalam periode 2026–2030. Kerja sama tersebut perlu diperkuat bersama dosen, mahasiswa, serta pihak eksternal. Hubungan antarelemen kampus dibutuhkan agar berbagai agenda, mulai dari riset hingga transformasi digital, tidak berjalan secara terpisah.

Pengembangan perguruan tinggi juga memerlukan kesinambungan kebijakan. Pergantian rektor dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian, menetapkan prioritas, dan menyusun langkah lanjutan tanpa mengabaikan program serta kekuatan kelembagaan yang telah dibangun sebelumnya.

Harapan mahasiswa terhadap tata kelola kampus

Organisasi mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Papua Barat Daya menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan baru UNIMUDA Sorong. Harapan tersebut mencakup tata kelola kampus yang transparan, penyediaan fasilitas mahasiswa yang berkeadilan, serta penguatan Catur Dharma perguruan tinggi.

Transparansi tata kelola berkaitan dengan pentingnya keterbukaan dan komunikasi dalam pengambilan keputusan kampus. Sementara itu, perhatian terhadap fasilitas mahasiswa menunjukkan bahwa pengembangan institusi juga perlu dirasakan dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Penguatan Catur Dharma menjadi bagian lain dari harapan tersebut. Dalam konteks perguruan tinggi Muhammadiyah, Catur Dharma menempatkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai unsur yang perlu dijalankan secara terpadu.

Mandat baru dan arah UNIMUDA Sorong

Dengan dilantiknya Sirojuddin sebagai Rektor UNIMUDA Sorong, periode 2026–2030 akan diisi oleh agenda untuk mempertahankan capaian akademik sekaligus memperkuat berbagai bidang pengembangan. Riset dan publikasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, internasionalisasi, serta pengembangan program studi menjadi sejumlah fokus yang telah disoroti.

Di sisi lain, penunjukan Rustamadji sebagai Ketua BPH menempatkan struktur pembinaan dan rektorat dalam susunan kepemimpinan baru. Efektivitas periode ini akan ditentukan oleh kemampuan seluruh unsur perguruan tinggi menjalankan peran masing-masing, menjaga komunikasi, serta membangun kolaborasi yang mendukung tujuan institusi.

Pelantikan pada 29 September 2026 menjadi awal resmi masa jabatan Sirojuddin sebagai rektor. Laporan lanjutan pada 3 Oktober 2026 kemudian memperlihatkan agenda dan harapan yang menyertai kepemimpinan baru, termasuk tuntutan agar tata kelola kampus tetap transparan, pengembangan akademik berkelanjutan, dan kebutuhan mahasiswa mendapat perhatian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *